LA Lights Concert With Letto, Yovie & Nuno, Maia & Friends, PadI
Setelah konser di Malang, keesokan harinya PadI melanjutkan perjalanan ke Surabaya (29/05). Dalam perjalanan, PadI menyempatkan mampir ke lokasi terjadinya bencana alam lumpur lapindo di Sidoarjo untuk melihat keadaan sebenarnya. Kemudian perjalanan dilanjutkan kembali ke Surabaya. PadI tiba di hotel, dan langsung beristirahat setelah melakukan perjalanan dari Malang.
Keesokan harinya (30/05), PadI latihan bersama Mey Chan di studio musik, dimana sebelumnya dijadwalkan latihan bersama Maia ama Noe (Letto) juga. Setelah latihan, PadI kembali ke hotel. Sesampainya di hotel, Mas Yoyo’ bersiap diri untuk menemani istri tercintanya Rossa manggung di Empire Palace dalam acara Pemilihan Putri Indonesia. Sedangkan Mas Piyu pulang ke rumah, disana Mbak Flo ama Mikayla sudah menunggu bersama ibu mertua. Mas Ari, juga pulang ke rumah orang tuanya.
Hari Sabtu siang (31/05), pengisi acara check sound di balai kota Surabaya (Taman Surya). Sayangnya, aQ gak ikut kesana liat checksound…coz aQ diajak mas Ricky ama mas T untuk milih pakaian perform buat PadI…
Acara dimulai…
Penampilan pertama dibuka oleh “Permintaan Hati”-nya Letto. Penonton menyambut “Ruang Rindu”, dan “Sebelum Cahaya” yang berkolaborasi ama Yovie, Dudi, Dikta. Letto melantunkan “Sandaran Hati” dan ditutup dengan lagu “Sampai Nanti, Sampai Mati”.
Setelah penampilan Letto, Yovie Nuno menggebrak penonton dengan “Juwita”. Setelah suasana agak memanas, “Janji Suci” mendinginkan suasana di Taman Surya. “Janji di Atas Ingkar” dinyanyikan feat Maia. Dua tembang hits menjadi lagu terakhir “Dia Milikku” dan “Menjaga Hati”. Penonton langsung koor menyanyikan lagu yang memberikan suasana hati yang gimana gitu kalo menyanyikan lirik lagunya…
Maia menyapa arek2 Suroboyo dengan logat Suroboyo’ane. “Lelaki Buaya Darat” menyapa penonton yang semakin puenuh di depan panggung. “Semakin Hari Semakin Cinta” dan “Ingat Kamu” dinyanyikan Mey Chan ama Maia dengan apik. “TTM” dinyanyikan duet bareng Yovie, Dudi, Dikta. Lagu penutup diawali dengan penampilan mas Piyu PadI memainkan gitarnya di lagu “EGP”.
Semakin malam, penonton bukannya semakin sedikit. Mereka menunggu perform dari Band yang asli dari Suroboyo, siapa lagi klo bukan PadI. “Sang Penghibur” memberikan hiburan pertama untuk penonton yang lonjak-lonjak mengikuti beat lagu yang emang nge-beat. Dilanjutkan dengan aransemen yang berbeda dan lebih ngebeat, “Begitu Indah” memukau keindahan malam HUT Surabaya di Taman Surya. Kemudian barulah Opa menyapa arek-arek Suroboyo, dan memberikan sedikit prakata untuk lagu “Belum Terlambat” yang akan dimainkan. Dilanjutkan “Sesuatu Yang Indah” medley “Semua Tak Sama”. Setelah lagu-lagu yang nge-beat, mas Piyu memberikan “Harmony” acara malam itu dengan suara dan petikan gitarnya, dan mas Fadly menjadi backingvocalnya. “KTS” di medley dengan lagu sebelumnya, dan penonton langsung menyalakan korek apinya. Menjadikan malam itu bener-bener terasa PadI banget…
Tetaplah menjadi bintang di langit…Agar cinta kita akan abadi…
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini…Agar menjadi saksi cinta kita…
Berdua…Berdua…
Lagu Ungu Violet, “MSJ” mengajak penonton untuk melantunkan bareng-bareng mas Fadly. Dilanjut dengan irama reggae, “Sobat” menjadi lagu penutup feat Maia & Mey Chan. Penonton kembali bersemangat lagi mengikuti irama lagu.
Diakhir acara, PadI mendapat Piagam Penghargaan Awarding Duta Wisata Kota Surabaya Tahun 2008 dari walikota Surabaya atas prestasinya di bidang musik serta mempromosikan Kota Surabaya.
Acara dilanjutkan kembali, tribute to Gombloh dalam rangka mengenang dan memperingati 100th Kebangkitan Nasional. Mas Piyu mengajak Maia & Mey Chan dan Noe Letto menyanyikan lagu “Kugadaikan Cintamu. Dudi dan Dikta bergabung bersama menyanyikan lagu “Gebyar-Gebyar”. Maia menjemput Walikota dan Wakil menyanyikan “Surabaya-Surabaya” yang lagu terakhir dan menjadi lagu penutup acara HUT Surabaya 715 diiringi dengan pesta kembang api.
sayang banget q g da di
sayang banget q g da di sana
kapan yah q bisa nonton padi live?
:(
wah, summergirl, ternyata
wah, summergirl, ternyata kita nasibnya sama nih...
pengen banget ngeliat konsernya PadI secara langsung ( klo bisa ya ketemu mas-mas PadI ), tapi jarak yang membentang dan berbagai kegiatan yang menghalangi...
Keliatannya harus MENANTI KEAJAIBAN nih...